BEBERAPA PENYEBAB TIMBULNYA MARAH

Internal

Lapar atau Tidak Punya Uang

Orang yang sedang lapar, baik laparnya karena tidak yang bisa dimakan, atau karena tidak punya uang, atau mungkin tidak sempat makan atau terlambat makan, pada umumnya akan mudah terpancing emosinya. Oleh karena itu dalam Islam ada ajaran bahwa hakim (Qadhi) saat akan memutuskan suatu masalah, ia tidak boleh dalam keadaan lapar agar hasil keputusan yang dikeluarkan tidak dokotori oleh misi-misi pribadi.

 

Sakit

Orang yang sakit meskipun sakitnya tidak terlalu berat, seperti pusing, flu, demam panas, masuk angin, sakit kepala dan sejenisnya, apalagi penyakit kelas berat, juga termasuk orang yang mudah terpancing emosinya. Hal ini terjadi karena kondisi fisiknya yang sedang sakit berpengaruh terhadap kejiwaannya. Bahkan, orang yang sedang sakit akan cenderung kehilangan komitmen.

 

Mengantuk atau Sedang Tidur

Orang yang sedang berada dalam kondisi sangat mengantuk, ia punya kepentingan yang sangat pribadi, yaitu ingin tidur dan istirahat. Biasanya, orang yang dalam kondisi demikian tidak ingin diganggu, apalagi ia sedang tidur, ia biasanya sama sekali tidak mau dinganggu.

 

Letih

Letih, capai, atau penat juga dapat menjadi penyebab mudahnya timbul kemarahan. Ia butuh sesuatu, yaitu rileks dan istirahat.

 

Sibuk

Mereka yang sedang sibuk memerlukan dua energi sekaligus, yaitu energi fisik dan energi fikiran. Itulah sebabnya orang sibuk tidak dapat menerima telpon, tidak bersedia menerima tamu, dan lain-lain. Pendek kata, ia tidak mau diganggu. Bahkan mereka cenderung mudah marah karena baik fisik maupun fikirannya mengalami kelelahan.

 

Hamil

Wanita yang sedang hamil memiliki beban dan tanggung jawab yang lebih dari biasanya. Oleh karena itu, sebagian wanita yang sedang hamil mudah naik emosinya.

 

Haid

Wanita yang akan “dapet” biasanya sensifitasnya naik. Tidak boleh ada yang salah sedikit karena biasanya langsung marah-marah, mengomel, dan emosinya tidak terkontrol. Hal ini disebabkan perubahan di dalam tubuhnya, dimana sel-sel telur di dalan rahim mengalami pengelupasan dan akan keluar dalam bentuk darah haid sehingga menebabkan sakit yang sangat.

Eksternal

Lingkungan

Cuaca sangat panas, jalanan macet, udara berpolusi, padahal kita sedang terburu-buru. Tetangga yang sedang bertengkar atau senang mnyetel musik dengan suara keras atau reseh dan suka mengganggu. Hal demikian meruapakan indikasi lingkungan yang kurang kondusif yang dapat memicu timbulnya sikap marah.

 

Orang Lain

Kata-kata yang menyakitkan, hinaan, olokan, sindiran, atau mungkin kata-kata yang tidak sengaja keluar dari seseorang sering memancing emosi.

Bisa jadi, niat dan kemauan untuk menyampaikan sesuatu antarsatu orang dengan yang lain relatif sama, namun metode, strategi, cara dan intonasi serta kelembutan bahasa yang digunakan berbeda, maka hasil dan reaksinya juga akan berbeda. Bisa karena latar belakang keluarga, daerah, pendidikan, lingkungan, bahkan dominasi dalam pembinaan emosi dengan rasio juga besar pengaruhnya terhadap cara penyampaian maksud dari suatu gagasan.

Oleh karena itu, sangat penting berfikir sebleum berbicara, jangan sampai sebaliknya. Itu semua agar kata-kata yang keluar dari mulit kita tidak membuat orang lain tersinggung, dan menimbulkan masalah.

Demikian pula, perbuatan atau aktivitas seseorang juga dapat memancing kemarahan orang lain, tentu saja secara umum adalah apabila aktivitas tersebut merugikan orang lain.

 

 

Dikutip dari :

Buku “Dahsyatnya Sabar”, karya Ahmad Hadi Yasin